Selasa, September 26, 2017
Sabtu, Juli 29, 2017
Mubazirnya Mobil Mewah di Kota Sabang Karena Tidak Ber Quota
Sabang, ZSAN
Sejak Sabang
ditetapkan sebagai kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (Free Port),
yang didukung dengan Undang-Undang Nomor. 37 tahun 2000 dan UUPA No. 11 tahun
2006, pihak pengolola Free Port Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), telah
memasukkan ribuan mobil asal luar negeri ke wilayah Sabang.
“ Nah !!,
gimana nasib mobil Sabang yang tidak bisa diloloskan keluar ke kawasan pabean,
tanyakan saja pada rumput yang bergoyang “.
Sangat
disayangkan nasib mobil asal Negara Singapura yang masuk ke Sabang beberapa
tahun lalu, yang tidak sempat dibawa keluar ke kawasan pabean (daratan aceh). Kesemua
itu akibat dari tidak adanya Quota dari pemerintah pusat sehingga terhenti
pengeluarannya.
Kini, sejumlah
mobil yang tergolong mewah tersebut telah menjadi besi tua, bahkan tidak sedikit
yang sudah ditimbang kilo oleh pemiliknya. Dan ditaksir Milyaran rupiah uang
masyarakat Sabang yang Mubazir tidak dapat digunakan karena membeli mobil asal
singapura yang tidak ber Quota.
Free Port
Sabang yang kini dipercaya pengelolaannya kepada BPKS, separtinya tidak bisa
berbuat banyak khususnya menyangkut urusan mobil yang masuk ke Sabang.
Pasalnya, selain izin masuk mobil bekas (bukan baru) ke Sabang terkendala, dan juga untuk pengurusan Quota pun amat
sulit, terkesan Free Port Sabang ibarat layang-layang, meskipun dilepas namun
talinya dipegang erat oleh aturan.
Tokoh
masyarakat Sabang Burhanuddin Umar, menilai kehadiran mobil eks Singapura tersebut
di Kota Sabang beberapa tahun lalu, awalnya terasa manis. Tetapi sayangnya yang
manis itu hanya bagi yang mempu keuangannya dan berkuasa. Sementara sisanya
tinggal yang asam-asam untuk dicicipi masyarakat kecil.
“Kehadiran
mobil eks Singapura di Sabang beberapa tahun lalu itu, ibarat menanam buah jambu
dimana batangnya yang berbuah manis. Tetapi telah terlebih dahlu dipanen oleh
orang yang mampu dan berkuasa, kemudian pohonnya pun ditebang. Dan kini tinggal
pohon yang buahnya rasanya sam kelam dan tidak laku lagi ”, kata Burhanuddin
Umar kepada Media ini kemarin.
Burhanuddin
Umar juga menambahkan, pemerintah tidak pilih bulu dalam urusan mobil Sabang,
supaya semua yang telah membeli mobil asal negeri berlambang Singa itu dapat
merasakan nikmatnya. Karena mereka yang tidak mendapat kesempatan mengeluarkan
mobil, umumnya mereka yang berpendapatan menengah kebawah.
Memang saat
maraknya masuk mobil luar negeri itu ke Sabang, dampak ekonomi dari kegiatan
tersebut sangat luar biasa namun, yang sangat disayangkan hal itu sepertinya
kepentingan sesaat bagi bagi orang-orang tertentu. Sehingga, yang tidak
mendapat kesempatakan mengeluarkan mobilnya, yang terkendala Quota kini harus
jual kembali secara kiloan”.,ujarnya.
Pengamatan
Media ZSAN dilapangan selama ini bahwa, mobil eks bukan baru asal Singapura
yang masuk ke Sabang beberapa tahun lalu, terutama yang rusak akibat tidak
terawat dapat ditemui dui sejumlah bengkel.
Bahkan tidak
sedikit mobil mewah yang telah busuk di kebun-kebun warga, dan tidak sedikit mobil
yang dijual sudah menjadi barang rongsokan, namun demikian tidak pula sedikit mobil
yang telah hilang dari Kota Sabang, dan tidak diketahui lagi kemana rimbanya.
(Jalaluddin Z.Ky)
Keterangan Foto :
Mobil Mewah Jaguar asal Singapura yang jadi saksi bisu dan barang
bukti kegagalan pengelola Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang dalam
mengurus Perizinan turunan dari UU No. 37 Thn 2000 dan UUPA No.11 Thn 2006.
Minggu, Mei 28, 2017
Rabu, April 26, 2017
Rabu, April 19, 2017
Kamis, Maret 23, 2017
Senin, September 12, 2016
Jelang Lebaran Idul Adha, Harga Daging Di Kota Sabang Rp. 170.000/Kg
ZSAN- Sabang,…
2 (Dua) hari
menjelang akan tibanya Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah di Kota paling Ujung
Batas Wilayah RI yaitu Kota Sabang, harga daging Sapi dan daging Kerbau per
kilogramnya sebesar Rp. 170.000. Meskipun harga daging Sapi dan Kerbau
terbilang cukup tinggi, namun minat masyarakat Sabang untuk membeli daging saat
megang Hari Raya sangatlah besar sebab, sekitar puku 11.00 Wib, para pedagang
telah menutup dagangannya karena stok daging Sapi dan Kerbau dagangan mereka
telah habis terjual.
Jumlah
hewan Sapi dan Kerbau yang disembelih selama dua hari megang jelang Hari Raya
adalah sejumlah 52 ekor dengan rincian, hari megang pertama (10/09-16) jumlah
hewan Sapi yang disembelih sebanyak 19 ekor dan hewan Kerbau 5 ekor, yang
dijual oleh 23 kelompok pedagang hewan musiman.
Dihari
megang kedua (11/09-16) jumlah hewan Sapi yang disembelih sebanyak 23 ekor dan
hewan Kerbau sebanyak 5 ekor yang dijual oleh 26 kelompok pedagang hewan
musiman, keseluruhan hewan baik Sapi maupun Kerbau yang disembelih tersebut
dilaksanakan di Rumah Potong Hewan milik Pemerintah setempat yang dikelola oleh
Bidang Kehewanan Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Kehewanan.
Menurut
salah seorang pedagang hewan Sapi, Ilyas Bin Yunus (53 thn), yang kerap
berdagang sapi sejak dia masih berusia muda dan berstatus pelajar, dia telah
turut berdagang daging sapi bersama-sama orang tuanya yang juga pedagang hewan
Sapi dan yang paling lama berdagang hewan Sapi di Kota Sabang. Tingginya harga
jual daging Sapi dan daging Kerbau ketika menjelang Hari Raya, bukanlah maunya
mereka tetapi harga beli hewan baik Sapi maupun Kerbau telah cukup mahal
sehingga otomatis harga dagingpun menjadi mahal, ujar Ilyas.
Dia
juga mengatakan, saat Hari Raya Idul Fitri yang lalu harga jual daging Sapi dan
Kerbau juga sama harganya seperti sekarang ini. Perlu juga diketahui bahwa Kota
Sabang merupakan Kota yang berada di Pulau perbatasan Wilayah RI disuatu Pulau
yang kecil, yang terbagi pada Dua Kecamatan yaitu Kecamatan Sukakarya dan
Kecamatan Sukajaya.
Sehingga
segala sesuatu kebutuhan hidup untuk membeli Sembilan Bahan Pokok (Sembako),
tidaklah sama harganya dengan di daratan Aceh maupun didaratan pulau Sumatera
lainnya sebab, biaya pengiriman setiap barang Sembako maupun barang-barang
lainnya akan lebih besar karena setiap pengiriman angkutan barang harus melalui
Kapal Laut, tukas Ilyas Yunus.
Sementara
itu, petugas lapangan bidang kehewanan Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan
Kehewanan, Syamsul (45 thn), yang bertugas mengawasi pemotongan hewan di Rumah
Potong dan sekaligus mengawasi di lokasi pasar jual daging hewan Sapi dan
daging Kerbau menjelaskan, hewan Sapi serta Kerbau yang sekarang ini dijual
oleh para pedagang daging hewan musiman telah di lakukan pengawasan mengenai
kesehatan hewan yang akan disembelih dan penyembelihan hewan tersebut dilakukan
di Rumah Potong Hewan, ujar Syamsul.
Mengenai
tingginya harga jual daging Sapi dan daging Kerbau saat menjelang Hari Raya tiba,
bukanlah disengaja oleh para pedagang musiman. Dengan mahalnya harga beli per
ekor setiap hewan, membuat para pedagang hewan kelimpungan dan suka tidak suka
maka harga daging setiap kilogramnya akan menjadi semakin tinggi.
Syamsul
juga mengatakan, Rumah Potong Hewan yang ada sekarang ini semakin tahun semakin
kecil saja kelihatannya, sebab disetiap tahunnya jumlah hewan yang disembelih
ketika menjelang Hari Raya semakin bertambah saja. Sehingga daya tampung Rumah
Potong Hewan di setiap megang per harinya nyaris tidak sanggup untuk
menyembelih jumlah hewan yang akan dipotong karena, jumlah hewan yang antri
untuk disembelih lebih banyak dari daya tampung
Rumah Potong Hewan, pungkas Syamsul.
Dia
mengharapkan, perlu adanya dibangun Rumah Potong Hewan disetiap kecamatan yang
ada di Kota Sabang. Dan Kalau disetiap kecamatan sudah ada Rumah Potong Hewan maka
kendala menumpuk dan mengantrinya hewan-hewan yang akan disembelih milik para
pedagang musiman tersebut, tidak akan terjadi lagi.
Selanjutnya
para petugas bidang kehewanan yang ada dilapangan akan lebih mudah untuk
mengawasi kesehatan dan kelayakan hewan yang akan disembelih di Rumah Potong
Hewan. Dengan demikian, Tugas dan Fungsi dari penyuluh kehewanan yang
ditugaskan untuk mengawasi penyembelihan hewan di Rumah Potong lebih sempurna
dan seperti yang diharapkan oleh Pemerintah dan masyarakat, pungkas Syamsul,
salah seorang petugas penyuluh Hewan yang telah puluhan tahun bertugas di
bidang kehewanan.
(RED)
Keterangan
Foto :
- Ilyas Bin Yunus (53 thn) salah seorang pedagang Sapi ketika melayani pembeli di Pasar daging musiman, Kuta Barat Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.
Langganan:
Postingan (Atom)
Ketua PKS Sabang Yang baru Albina A Rahman ST, MT
Albina A Rahman ST, MT Ketua Partai Keadilan Sejahtera Kota Sabang Yang Baru Pergantian. Isyu Suksesi Kepemimpinan Sabang tahun 2024 Mencu...
-
MOKI – Sabang,….. Pegelaran Festival Sabang Fair yang ke III, dan Teknologi Tepat Guna (TTG) se- Aceh ke-11 Gubernur Aceh diwa...
-
MOKI _ Sabang,…. Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB) Aceh, Polem Muda Ahmad Yani , m enilai Revisi Qanun Pilkada Aceh yang...
-
Sabang - ZSAN,… Lepas Sambut Kepala Distrik Navigasi Kelas II Sabang yang sebelumnya telah dilantik oleh Mentri Perhubumngan RI di...


