Minggu, Agustus 02, 2020

Waspada Berita Hoax, Positif Corona Di Aceh Semakin Meningkat

Penyebaran Berita Hoax, Harus Semakin Diwaspadai Oleh Masyarakat, Sebab Virus Corona Telah Memakan Korban Dan Semakin Meningkat Di Aceh. 

 

Banda Aceh - SZAN,….

Kini terlah banyak beredar informasi palsu (hoax) yang terjadi di tengah masyarakat mengenai Virus Corona. Pemberitaan yang tidak jelas terjadi karena Berita hoax dibagi secara berantai dan melampaui kuantitas informasi dari otoritas resmi. Banyak masyarakat yang termakan berita hoax dan cenderung diabaikan anjuran dari protokol kesehatan.

Seperti kita ketahui bersama bahwa, korban Virus asal Negara Tiongkok itu semakin banyak meamakan korban yang berjatuhan. Demikian dikatakan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada wartawan Sabtu (01/08/20) sore. 

Dijelaskannya, banyaknya Korban Virus Corona, penyebab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), yang terjadi di Aceh beberapa hari belakangan ini, Kasus sudah mencapai 410 orang, dan 13 orang di antaranya meninggal dunia, terhitung tanggal 01 Agustus 2020 pada data Covid yang ada.

Data yang ada per tanggal 14 Juli 2020 yang lalu, sebanyak 110 orang terkena Covid-19 di Aceh, dan kini dalam waktu 17 hari mencuat menjadi 410 orang dan umumnya Orang Tanpa Gejala (OTG), dan yang telah meninggal dunia sebanyak 13 orang, tukas Saiful Abdul Gani. 

Lebih lanjut dijelaskan, korban yang meninggal terakhir laki-laki umur 53 tahun, warga Aceh Besar yang dirawat di RSUD Meuraxa, Kota Banda Aceh, karena sesak nafas. Hasil dari foto Thorak menunjukkan pneumonia, kemudian hasil dari pemeriksaan swab nasofaring dan orofaring. dia konfirmasi Positif Covid-19. Pasien yang dirawat selama tiga hari tersebut, meninggal dunia pada hari Jumat (31/7/2020) sekira pukul 21.00 WIB malam.  

Pihak Keluarga Almarhum sangat tabah dan tawakkal menhadapi musibah ini, dan mereka secara sadar mengebumikan jenazah sesuai protokol kesehatan. Ini perlu jadi perhatian masyarakat akan bahanya Virus Corona, dan hendaknya setiap akan keluar dari rumah, merujuk kepada anjuran Protokol Kesehatan. 

Koordinator Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUZA, Kota Banda Aceh, dr Novina Rahmawati, MSI Med Sp THT-KL FICS melaporkan bahwa, jenazah Almarhum difardukifayahkan oleh ustaz pemulasaraan jenazah RSUZA sesuai protokol Covid-19 dan tentu saja sesuai Syariah Islam, tukas Saiful. 

Saiful Abdul Gani menjelaskan dengan gamblang bahwasannya, Virus Corona itu nyata dan korbannya sudah banyak dan ada di depan mata. Berdasarkan data yang ada dan yang sembuh, sedang dirawat, maupun meninggal dunia terkomfirmasi Covid-19, bukanlah berita hoax, dan korban dari Covid tersebut tidak memandang jabatan dan usia. Karena terkontaminasi Covid, banyak Puskesmas dan Rumah Sakit yangh ditutup sementara akibat petugas medis dan dokternya terkomfirmasi COVID–19. 

Ruang perawatan pasien Covid-19 di Respiratory Intensive Care Unit (RICU) dan Poliklinik Penyakit Infeksi New Emergeng and Reemerging (Pinere) RSUZA Banda Aceh, dilaporkan sudah penuh, dan sebagian pasien infeksi virus corona terpaksa di alihkan perawatannya di Asrama Haji, Banda Aceh, ujar Saiful Abdul Gani. 

Diharapkan kepada Bupati/Walikota bisa lebih aktif terhadap penyebaran COVID yang semakin meningkat, dengan mempersiapkan RSUD sebagai tempat perawatan maupun isolasi OTG positif Covid-19. Sebagai contohnya Pemkab Bireuen yang memiliki tempat isolasi khusus tersebut di Cot Batee Gelungku. Begitu juga dengan Pemkab Gayo Lues yang memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BTK), jelas Saiful Abdul Gani. 

Bila semua OTG Covid-19 yang dirujuk untuk di isolasi di Kota Banda Aceh, tidaklah akan cukup tempatnya. Perawatan dirumah sakit maupun tempat isolasi sangat dibutuhkan apabila upaya pencegahannya yang dilaksanakan gagal. Dengan cara preventif dilakukan akan jauh lebih murah dan mudah dilaksanakan. Oleh karena itu dibutuhkan komitmen dalam menjalani kebijakan dan disiplin protokol kesehatan setiap stakeholder di seluruh Aceh.

Kepada Kepala Daerah, Bupati dan Walikota hendaknya mereview kembali pelbagai kebijakan penanganan Covid-19 dari Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Aceh, Forkopimda, Majelis Permusyawaratan, Ulama, dalam mengimplemintasikan kebijakan yang telah dilaksanakan sebelumnya, ujarnya pula. 

Dan yang paling penting lagi, penjagaan diperbatasan Aceh harus semakin diperketat, mengingat penyebaran Virus yang semakin meningkat maka, setiap orang masuk ke Aceh harus dapat menunjukkan surat bebas Virus Corona, dan minimal Surat Keterangan Hasil Rapid Test Non Reaktif dari institusi yang berwenang. Kemudian Penertiban pasar dan tempat umum, selain mengatur jarak antar pedagang dengan pembeli, juga menyediakan fasilitas cuci tangan yang mudah dijangkau masyarakat. 

Apabila masih ada jiuga korban hoax dan meremehkan adanya Virus Corona, diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota yang mempunyai wewenang dalam menagani Codvid, agar menertipkan supaya protokol kesehatan dapat dijalankan di segala sektor kehidupan masyarakat, kata Saiful Abdul Gani menegaskan.

(Tiopan. AP)

Keterangan Foto  :

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Saifullah Abdul Gani.

 

 

 


Sabtu, Agustus 01, 2020

Abdya 19 Podsitif Virus Corona, 11 Orang Tenaga Medis

COVID-19 Menyebar Di Abdya, 14 Orang Positif COVID 19, Dan 11 Orang Diantaranya Tenaga Medis Di RSUTP

 

Abdya - SZAN,…

Warga Kabupaten Aceh Barat Daya yang dinyatakan positif  terkena COVID–19 sebanyak 14 orang, hal tersebut berdasarkan hasil test usap swab  yang dikeluarkan oleh Balitbangkes Aceh, Jum'at (31/7/2020). Dari 14 orang warga yang positif corona, 11 diantaranya merupakan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya, sementara tiga orang lainnya pasien yang pernah dirawat di RSUTP Abdya. Demikan dikatakan oleh Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Abdya, Safliati, SST, MKes, kepada wartawan. 

Berdasarkan hasil Test swab yang sudah kita terima dari Balitbangkes Aceh, 14 orang positif corona, dimana 11 orang tenaga medis di RSUTP Abdya, dan tiga orang pasien yang pernah dirawat dirumah sakit. Sebenarnya kami mengirim sample ke Balitbangkes ada sebanyak 18 orang pasien, dan yang keluar berdasarkan hasil test swab hanya sebanyak 14 orang dan empat pasien lainnya negative.

Safliati juga menungkapkan bahwa, pasien yang positif corona terbagi dalam tujuh kecamatan, mulai dari Kecamatan Blangpidie, Susoh, Kuala Batee, Manggeng, Tangan-Tangan, Setia dan Kecamatan Babahrot, ungkap Safiati.

Di Kecamatan Blangpidie yang terrkomfirmasi COVID 19 sebanyak tiga orang, dan inisialnya E (27), L (37) dan UM (39), kesemuanya berkelamin perempuan. Selanjutnya dikecamatan Susoh juga tiga orang, yakni SR (34)  ER (36) laki-laki serta VY (27) jenis kelamin  perempuan dinyatakan positif setelah hasil test swab kedua.

Sementara itu dikecamatan Kuala Batee juga ada tiga orang, yakni MI (44) laki laki dan NM (29) serta YR (32) jenis kelamin perempuan. Di kecamatan Manggeng dua orang perempuan yaitu ES (22) dan Y (39).  Kemudian dikecamatan Tangan-Tangan satu orang perempuan D (35), dan kecamatan Setia satu orang ES (31) perempuan dan dari kecamatan Babahrot ML (40), itupun setelah hasil test swab kedua baru dinyatakan positif, tukas Safriati. 

Kini keseluruhan pasien sedang menjalani perawatan di Ruangan Khusus Isolasi (RIK) di RSUTP Abdya, sampai dengan sekarang kondisi pasien baik-baik saja. Diharapkan kepada seluruh masyarakat yang ada di kabupaten Aceh Barat Daya, mematuhi apa yang dianjurkan oleh Protokol Kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari keruman, agar dapat memutus mata rantai penyebaran COVID 19, tegas Safiati SST M.Kes.

(Red)

 



 


Satu Keluarga Asal Jakarta Dinyatakan Podsitif COVID 19

Empat Orang Warga Jakarta Dinyatakan Positif Virus Corona, Di Kecamatan Meurebo Kabupaten Aceh Barat.  

Aceh Barat - SZAN,…

Warga Jakarta yang mudik ke Aceh Barat terkomfirmasi COVID 19, mereka merupakan satu keluarga, beserta 2 (dua) orang anaknya. Mereka terdiri dari  MA (41), ER (41) dan dua orang anaknya BA (16) dan MF (12). Mereka tiba di Aceh Barat pada Minggu (26/07/20) malam, dengan menggunakan mobil pribadi, tujuannya berlebaran ke rumah orangtuanya di Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meurebo, Aceh Barat Provinsi Aceh. 

Irsadi Aristora selaku Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Aceh Barat pada keterangannya mengatakan, mereka satu keluarga beserta anaknya tiba dan  masuk ke Aceh barat tanpa memiliki surat keterangan bebas Covid 19. Berdasrakan lapporan dari masyarakat maka kepada mereka dilakukan rapid test dan salah satu dari anaknya dinyatakan reaktif, karena itu dilakukan uji usap swab terhadap mereka.

Hasil dari Test tersebut ternyata mereka dinyatakan positif, oleh karena itu Tim Covid 19 Aceh Barat menjemput mereka kemarin, namun katrena panik mereka  menolak dan masih tidak percaya akan hasil uji usap swab ungkap, Irsadi Aristora kepada wartawan. 

Mengingat reaksi dari mereka warga Jakarta, maka Puluhan personil TNI bersenjata lengkap dikerahkan ke lokasi, nyaris memakan waktu empat jam untuk membujuk mereka agar diisolasi, dan akhirnya mereka bersedia diiosolasi oleh Tim petugas Kesehatan Covid Kabupaten Aceh Barat. 

Seharusnya mereka dirujuk ke RSUZA, tetapi karena membujuk mereka agar mau diisolasi memakan waktu hingga empat jam, jadi kehabusan kamar kosong. Hal ini disebabkan semakin melonjaknya kasus positif yang terkomfirmasi di Aceh maka untuk sementara waktu di isolasi di Kabupaten Aceh Barat, ungkap Aristora.

Pasien satu keluarga tersebut untuk sementara ada kamar yang kosong di RSUZA maka, di rawat di ruang isolasi di Gampong Beureugang, Kecamatan Kaway XVI. Dan akan segera dirujuk kembali ke RSUDZA, bila ada mendapatkan kamar kosong. 

Dikatakannya juga, saat ini pihaknya telah melakukan tracking kepada keluarga dekat dan yang pernah kontak langsung dengan pasien tersebut. Maka dari itu setelah diteliti dan introgasi maka ada 38 orang di tiga kecamatan yang tersebar di Gampong Gunong Kleng. Dan untuk Kecamatan Johan Pahlawan 26 orang, selanjutnya diGampong Marek, Kecamatan Kaway XVI 7 orang, dan Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan ada 5 orang, dan hasilnya rapid tesnya non reaktif, tukas Irsadi Aristora. 

;lebih lanjt diterangkannya, mengingat hasil test rapid yang demikian maka, Tim Kesehatan akan kembali melakukan uji swab pada selasa mendatang. Kepada mereka untuk sementara waktu diwajibkan melakukan isolasi mandiri dan meminta kepada masyarakat agar sxelalu waspada dan tidak memandang ringan hal yang telah terhadi. 

Semua kejadian ini bukanlah hal main-main, dan kali ini terbukti di Kabupaten Aceh Barat dikarenakan adanya kedatangan tamu dari luar Aceh yang tidak melengkapi surat kesehatannya dari tempat asal Jakarta. Resiko dari perbuatan mereka ada dikeluarga yang dikunjungi dan mereka harus dikarantina, bagi masyarakat yang ingin mudik janganlah mudik dulu, itu harapan saya, pungkas Irsadi Aristora. 

(Red)

 


.


Qurban 27 Ekor Sapi dan 50 Kambing Di Gampong Lambhuk Kota Banda Aceh

Gampong Lambhuk  Kecamatan Ulhee Kareung Kota Banda Aceh, Sembelih Hewan Qurban Sebanyak 27 Ekor Sapi Dan 50 Ekor kambing

 

Banda Aceh - SZAN,…

Gampong Lambhuk Kecamatan Uhee Kareung Kota Banda Aceh pada Hari Raya Idul Adha tahun 1441 Hirjiah kali ini, memotong hewan qurban sebanyak 27 ekor Sapi dan 50 ekor kambing, yang diperuntukkan bagi masyarakat di 4 Jurong Gampong Lambhuk, demikian dikatakan oleh Keucik Lambhuk Rustam kepada wartawan, sabtu (01/08/20) pagi.

Rustam juga menjelaskan bahwa, menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 kali ini, meskipun kita dilanda bencana Virus Corona namun pelaksanaan Qurban yang setiap tahunnya dilaksanakan, harus tetap berjalan seperti tahun tahun sebelumnya.

Penyembelihan hewan qurban dan pendistribusiannya, dilaksanakan berdasarkan petunjuk dari protocol kesehatan Covid 19 Kota Banda Aceh. Apalagi mengingat semakin tingginya tingkat penyebaran Virus Corona di Kota Banda Aceh pada akhir-akhir belakangan ini, dan Walikota juga telah menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Kota Banda Aceh, jelas Keuchik Gampong Lambhuk Rustam.    

Dikatakan, Hari Raya Idul Adha yang merupakan peringatan bagi umat manusia untuk berqurban sesuai dengan yang dianjurkan oleh agama Islam, hal itu diawali pada masa Zaman Nabi Ibrahim yang hendak mengorbankan anaknya Ismail, namun Allah berkehendak lain, karena keimanan dan keyakinannya kepada Allah, maka digantikan dengan domba. 

Oleh karena itulah adanya Hari Raya Idul Adha adalah untuk berqurban bagi sesama muslim yang kurang mampu sehingga  dapat merasakan kebersamaan menyambut Hari Raya Idul Adha. Namun ditahun ini, seluruh umat manusia di dunia diberikan cobaan oleh Allah SWT, dengan diturunklannya bala berupa Virus Corona (COVID 19) yang tidak memandang bulu kepada siapapun, baik yang kaya dan yang miskin maupun Pejabat dan penguasa,  semua akan terkena bila tidak waspada, tukas Keucik Rustam.

(Tiopan. AP)

Keterangan Foto  :

Daging tumpukan yang akan di distribusikan kepada warga Gampong Lambhuk Kecamatan Ulhee Kareung Kota Banda Aceh, Sabtu (01/08/20) pagi.

 

 

 

 


DPD Partai Golkar Qurban 2 Ekor Sapi

DPD Partai Golkar Aceh, Qurban 2 Ekor Sapi Untuk Masyarakat Gampong Peuniti, Kota Banda Aceh Dan Gampong Lambleut, Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar

 

Banda Aceh - SZAN,…

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H, Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Aceh, melaksakan pemotongan hewan Qurban dua ekor sapi pada hari Sabtu (01/08/20) pagi. 

Pemotongan hewan Qurban yang dilaksanakan oleh DPD I Partai Golkar, daging qurban tersebut diperuntukkan dan disalurkan kepada masyarakat Gampong Peuniti, Kota Banda Aceh dan Gampong Lambleut, Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar.

Ketua DPD I Partai Golkar Aceh Drs H Teuku Muhammad Nurlif SE kepada wartawan menjelaskan bahwa,  kegiatan Qurban yang dilaksanakan DPD Partai Golkar merupakan aktifitas rutin setiap tahunnya yang dilaksanakan oleh Partai Golkar Aceh.

Nurlif juga mengatakan, Qurban ini dapat diartikan sebagai momentum semangat dalam berbagi dan kepedulian antar sesama. Apalagi  berqurban itu adalah merupakan perintah agama (islam) yang telah diawali dan dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim.

Begitu juga dalam melakukan dan melaksanakan Qurban disetiap Hari Raya Idul Adha, merupakan tradisi yang terus dilakukan dan dikembangkan oleh Partai Golkar Aceh pada setiap tahunnya,  tukas Teuku Muhammad Nurlif SE, mantan anggota DPR RI yang panggilan akrabnya Ampon Nurlif. 

(Tiopan. AP)

Keterangan Foto  :

Ketua DPD I Partai Golkar Aceh Drs H Teuku Muhammad Nurlif SE, ketika membagikan daging Qurban Sabtu (01/08/20) pagi.

 


Jumat, Juli 31, 2020

Warga Kota Banda Aceh 69 Orang Positif Covid 19

Walikota Banda Aceh Minta Warga Waspada, Karena Dalam Dua Hari 69 Warga Kota Kasus Positif Covid 19  

  

Banda Aceh - SZAN,…

Berdasarkan data pada hari ini, kasus COVID 19 di Provinsi Aceh bertambah menjadi 103 Kasus, dan 32 kasus diantaranya adalah warga Kota Banda Aceh. Dengan semakin tingginya kasus positif Covid-19 di Aceh, maka masyarakat harus lebih waspada. Apalagi khusus warga Kota banda Aceh karena, kasus yang tertinggi di Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh adalah yang terjadi di Kota Banda Aceh. 

Walikota Banda Aceh Aminullah Usman Jumat (31/7/2020), meminta pada warga Kota Banda Aceh untuk meningkatkan kesiagaan serta menjaga diri dan senantiasa mawas diri dari penularan Virus Corona yang jadi penyebab penyakit COVID 19, hal ini sangalah penting untuk memangkas penularan. 

Semua penyampaiannya bukan tanpa alasan, untuk hari ini kasus COVID 19 semakin bertambah saja dan yang tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh. Hari ini ada saja 32 warga Banda Aceh yang positif, dari 103 kasus yang terjadi, tutur Aminullah.  bertambah di Aceh, ungkap Aminullah, 

Perlu diketahui oleh warga kota bahwa, dalam dua hari terakhir ini, untuk wilayah kota Banda Aceh sendiri, angka penyebaran Covid-19 telah mencapai 69 kasus, dan kemarin saja telah terjadi 37 kasus warga Kota Banda Aceh. Karena itu saya meminta kepada warga Kota Banda Aceh agar dapat menjaga diri dan keluarga untuk tidak tertular Virus Corona. 

Terlebih lagi dalam suasana hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, semua harus mampu menjaga diri untuk tidak berinteraksi dengan orang lain. Begitu jangan diabaikan  segala anjuran dari protokol kesehatan. Bila bepergian kemana saja harus memakai masker dan selalu mencuci tangan memakai sabun, serta jaga jarak minimal 1,5 meter antar sesame, tukas Walikota Aminullah Usman.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa, sampai dengan sekarang ini, belum ada cara untuk menangkal Virus ini dan belum ada penawar Virus Corona. Karena itu penting menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dengan cara memakai masker, maka risiko penularannya bisa ditekan hingga lima persen. 

Dilanjut mencuci tangan dengan sabun sesuai dengan standar WHO, karena akan mematikan virus. Dengan menjaga jarak aman, agar kita tidak terkena percikan droplet yang menjadi media penyebaran virus. Dan jika kita semua patuh, Insya Allah kasus Covid-19 dapat ditekan. Selain itu Ia juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan baik rapid test maupun tes swab terutama bagi mereka yang pernah terkontak dengan pasien positif Corona. Walau kita merasa sehat, bisa saja virus sudah masuk, tukas Aminullah. 

Diharapkan kepada masyarakat khususnya waraga Kota Banda Aceh, apabila melakukan pemeriksaan kesehatan, jika hasilnya reaktif atau positif, segera lakukan  isolasi mandiri, dan hubungi tenaga medis untuk perawatan lebih lanjut, dan ingat  Corona ini bukan aib, jadi tak perlu ditutup-tutupi. 

Bila kita melakukan Isolasi mandiri selama 14 hari itu sangatlah penting sekali, pasalnya melakukan isolasi itu tujuannya agar keluarga dan orang-orang yang kita cintai tidak ikut tertular, ujar Walikota Aminullah. 

Aminullah Usman menegaskan kepada Satpol PP/WH, agar mengintensifkan razia penerapan protokol kesehatan di ruang publik, terutama warung kopi (warkop) dan cafe-cafe. Selanjutnya Harus dipastikan bahwa semua pengunjung menjaga jarak, memakai masker, dan pihak pengelola wajib menyediakan tempat mencuci tangan.

 

Sementara itu, Kadis Kesehatan Aceh Hanif pada keterangannya mengatakan, karena semakin tingginya kasus Covid di Aceh, dan hari ini bertepatan dengan hari pertama Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, 103 orang terkonfirmasi positif corona, dan Ini rekor tertinggi di Aceh sejak medio Maret lalu. Berdasarkan tempat domisilinya, para pasien baru masuk itu terbanyak berasal dari Kota Banda Aceh sebanyak 32 orang. 

Bertambahnya 103 pasien corona hari ini, maka total orang yang terinfeksi Covid-19 di Aceh sejak Maret lalu mencapai 415 orang. Rinciannya adalah, 12 orang meninggal dunia, 94 orang sembuh, dan puluhan orang lainnya sedang dirawat di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh, dan 69 orang yang sedang menjalani isolasi mandiri dirumahnya masing-masing, pungkas dr Hanif. 

(Tiopan. AP)

Keterangan Foto  :

Walikota Kota Banda Aceh Aminullah Usman


Santunan Anak Yatim Dari Dharma Wanita BPKS

Anak Yatim Kuta Barat Kota Sabang, Diberikan Santunan Hari Meugang Oleh Dharma Wanita BPKS

 

Sabang - SZAN,….

Menyambut Hari Raya Idul 1441 Hijriah, Dharma Wanita Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), memberikan santunan kepada Anak yatim yang berada di Gampong Kuta Barat Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.

Ketua Dharma Wanita BPKS Ani Razuardi menyerahkan sejumlah santunan kepada Anak Yatim yang berada di Kuta Barat Kota Sabang, penyerahan santunan dilaksanakan  di Kantor Pusat BPKS jl. Pantai paradiso Gampong Kuta Barat Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.

Ani Razuardi pada kata sambutan penyerahan mengatakan, bantuan santunan yang diberikan sebanyak 25 paket, adalah merupakan kegiatan social dari Ibu-ibu Dharma Wanita BPKS menjelang Hari Raya IDul Adha. Dan diserahkan saat Meugang (-1) Hari Raya Idul Adha.

Meskipun pemberian paket santunan kali ini hanya dikhususkan kepada Anak yatim yang berada di Kuta Barat, kedepannya akan diupayakan juga bagi Gampong-gampong lainnya yang ada di Kota Sabang. Jangan dilihat dari isi paket yang ada namun lihat bagaimana para Ibu-ibu Dharma wanita yang berinisiatif memberikan dukungan gerakan sosial kepada para Anak Yatim, ujar Ani Razuardi.   

Dikatakan juga, kegitan Dharma Wanita BPKS selama ini meskipun sedikit tapi dapat dimanfaatkan dan didaya upayakan seperti kegiatan santunan kepada Anak yatim dan Do’a Syukuran keselamatan bagi Ibu ibu Dharma Wanita BPKS. 

Seperti kita kertahui bersama bahwa, kita sedang terkena bencana Covid 19 yang melanda Aceh, Indonesia serta telah mendunia. Segala kegiatan harus berpedoman kepada protocol kesehatan tidak terkecuali kegiatan Dharma Wanita.

Oleh karena itu kami pada pelaksanaan santunan juga melakukan do’a syukuran bagi keluarga besar Dharma Wanita BPKS dalam hal keselamatan. Baik bagi para ibu-ibu maupun para bapak yang bertugas, tukas Ani Razuardi. 

Para anak yatim yang menerima santunan sangat senang dan gembira sebab, dimasa pandemic covid sekarang ini, sangatlah sulit mereka mendapatkan bingkisan. Diharapkan jangan hanya kali ini saja Dharma Wanita BPKS memberikan bingkisan seperti ini, selanjutnya selalulah perhatikan kami para anak yatim, celoteh salah seorang dari mereka.

(Tiopan. AP)

Keterangan Foto :

Dharma Wanita BPKS dan para Anak Yatim setelah menerima santunan di halaman kantor Pusat BPKS Sabang,

 

 


Ketua PKS Sabang Yang baru Albina A Rahman ST, MT

  Albina A Rahman ST, MT Ketua Partai Keadilan Sejahtera Kota Sabang Yang Baru Pergantian. Isyu Suksesi Kepemimpinan Sabang tahun 2024 Mencu...